Tuesday, September 27, 2011

Tugas PBO II




Membuat program Personal Accounting. Program ini digunakan untuk mencatat transaksi pribadi yang terjadi sehari-hari. Transaksi yang terjadi dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu debet dan kredit.
Kurang lebih bila dikerjakan di java,, dapat digunakan sintag berikut:

public class personalaccounting{
private transaksi []daftartransaksi = new transaksi [10];
int i=0;
public void add (transaksi tr){
daftartransaksi [i]=tr;
i++;
}

public void cetaktransaksi(){
For (int j=0 ; j<I ; j++)
Dafrartransaksi[j].cetaktransaksi();
}

public void saldo(){
int saldo = 0;
for(int z = 0 ; z<i ; z++ ){

if (daftartransaksi[z].getstatus() == true){
saldo = saldo + daftartransaksi[z].getnominal();
}else {
saldo = saldo - daftartransaksi[z].getnominal();
}

}
}
                System.out.println(“informasi sisa saldo anda adalah” + saldo);
}
}


public class transaksi{

public static dinal Boolean DEBET=true;
public static dinal Boolean KREDIT=false;
private Date tgl;
int nominal;
String keterangan;
Boolean status;

public transaksi (Date tgl, int nominal, String keterangan, Boolean statys){
this.tgl=tgl;
this.nominal=nominal;
this.keterangan=keterangan;
this.status=status;
}

public void cetaktransaksi(){
System.out.print(“tanggal”+tgl);
System.out.print(“nominal”+nominal);
System.out.print(“keterangan”+keterangan);
System.out.print(“status”+status);
}

public Boolean getstatus(){
return status;
}
public int getnominal(){
return nominal;
}

}

Thursday, September 22, 2011

Resume Visualisasi Informasi II


Tugas dari pak Achmat Teguh W.
Semiotik

Semiotik atau semiologi merupakan terminologi yang merujuk pada ilmu yang sama. Istilah semiologi lebih banyak digunakan di Eropa sedangkan semiotik lazim dipakai oleh ilmuwan Amerika. Istilah yang berasal dari kata Yunani semeion yang berarti ‘tanda’ atau ‘sign’ dalam bahasa Inggris itu adalah ilmu yang mempelajari sistem tanda seperti: bahasa, kode, sinyal, dan sebagainya. Secara umum, semiotik didefinisikan sebagai berikut. Semiotics is usually defined as a general philosophical theory dealing with the production of signs and symbols as part of code systems which are used to communicate information. Semiotics includes visual and verbal as well as tactile and olfactory signs (all signs or signals which are accessible to and can be perceived by all our senses) as they form code systems which systematically communicate information or massages in literary every field of human behaviour and enterprise. (Semiotik biasanya didefinisikan sebagai teori filsafat umum yang berkenaan dengan produksi tanda-tanda dan simbol-simbol sebagai bagian dari sistem kode yang digunakan untuk mengomunikasikan informasi. Semiotik meliputi tanda-tanda visual dan verbal serta tactile dan olfactory [semua tanda atau sinyal yang bisa diakses dan bisa diterima oleh seluruh indera yang kita miliki] ketika tanda-tanda tersebut membentuk sistem kode yang secara sistematis menyampaikan informasi atau pesan secara tertulis di setiap kegiatan dan perilaku manusia).



Semantik

Berasal dari bahasa Yunani sema yang artinya tanda atau lambang (sign). “Semantik” pertama kali digunakan oleh seorang filolog Perancis bernama Michel Breal pada tahun 1883. Kata semantik kemudian disepakati sebagai istilah yang digunakan untuk bidang linguistik yang mempelajari tentang tanda-tanda linguistik dengan hal-hal yang ditandainya. Oleh karena itu, kata semantik dapat diartikan sebagai ilmu tentang makna atau tentang arti, yaitu salah satu dari tiga tataran analisis bahasa: fonologi, gramatika, dan semantik (Chaer, 1994: 2).

Pragmatik
Pragmatik ialah cabang ilmu linguistik yang mengkaji hal-hal yang merangkumi
struktur bahasa sebagai alat perhubungan sama ada antara penutur dan pendengar
atau penulis dan pembaca. Di samping itu, sebagai pengacuan simbol-simbol
bahasa pada hal-hal ekstralingual

sumber lain mengatakan,, tentang pendapatnya mengenai :

SEMANTIK, SINTAKTIK dan PRAGMATIK

  1. SEMANTIK
Semantik berasal dari bahasa Yunani “semanien” yang artinya “maksud” atau pengertian/persepsi tentang arti tanda visual pada pelihat/pengguna/penerima tanda, Dalam arti lain semantik merupakan suatu tingkat dimana kita meneliti dan menganalisa makna dari suatu visual tertentu
kesalahan semantik berakibat komunikasi tidak terjalin atau berbelok arah (mis : kata “banyak” dalam bahasa Indonesia berbeda artinya dengan kata “banyak” dalam bahasa Jawa). Dalam prinsip Semantik, makna dibagi menjadi 2 hal yaitu DENOTASI & KONOTASI
DENOTASI : makna leksikal/makna sebenarnya.
makna denotasi merupakan makna pokok, pasti dan terhindar dari kesalahtafsiran
KONOTASI : makna kiasan/struktural
merupakan makna tambahan yang terbentuk karena kesepakatan bersama (konvensi), abstrak, imajiner dan tidak jelas
SIMBOL/objek




















DENOTATIF
KONOTATIF
BERAWAN




















Menjelang hujan
Sedih, duka
CERAH




















Siang hari
Senang, suka
Tangan kanan




















Tangan
sebelah kanan
Anak buah
Batu karang




















Batu pantai
Kuat, tegar
Merpati




















Burung
Sabar, damai
Kambing hitam




















Kambing
bulu hitam
Orang
yang dipersalahkan
buaya




















Binatang melata
playboy
tikus




















Binatang pengerat
Kotor, koruptor
Dalam aspek konotasi, makna timbul dari 2 hal yaitu ASOSIASI dan SINESTESIA
ASOSIASI : Makna muncul karena kedekatan sifat
Misalnya :
- tikus – kotor – koruptor
- matahari – terang – kemulyaan
SINESTESIA : Perubahan makna karena pertukaran indera
- kulitnya segar dilihat
- suaranya sedap didengar
  1. SINTAKTIK
Sintaktik berasal dari bahasa Yunani “Suttatein” yang artinya mengatur, mendisiplinkan, menyeragamkan. pengolahan/seleksi untuk mencapai keberaturan dan keserasian sebagai satu kesatuan bahasa bentuk, sistem visual, st="on"gaya visual
Mis : dalam sign-system ada kesamaan penggunaan sistem visual, lay out st="on"surat kabar harian meski isinya beda tiap terbit namun keberaturan lay out yang sinambung membina rubrikasi bagi pembaca
Dalam aspek sintaktik keberaturan dan keseragaman sebuah desain diatur dalam teori konstanta dan variabel :
KONSTANTA : unsur yang menyamakan
VARIABEL : unsur yang membedakan
  1. PRAGMATIK
pengungkapan pesan secara fisik pada pelaksanaan/eksekusi ukuran, material, teknik, konstruksi, kemudahan, kejelasan, keamanan, ergonomi, dan kapasitas fisik mata.
Pragmatik selalu berkaitan dengan teknis dan praktis yaitu Bahan, finishing, produksi. Oleh karena itu pragmatis selalu memunculkan pertanyaan-pertanyaan seperti :
☺ Media apa yang cocok?
☺ Cetak RGB atau CMYK?
☺ Doff atau glosy
☺ Bahan kertasnya apa?
☺ Emboss atau UV?
☺ Dicetak ukuran berapa?
☺ Berapa banyak cetaknya?
Diposkan oleh Stef. DANIAR WIKAN Setyanto, S.Sn di 21:35
sumber : "http://daniarwikan.blogspot.com/2009/03/semantik-sintaktik-dan-pragmatik.html"

Wednesday, September 21, 2011

Stored Procedure, Function dan Triger pada SQL

NIM/Nama    : 10.41010.0249/ Fendy Mahatma Putra
Dosen          : Tan Amelia
Tugas          :  Tugas PBD II


I. Stored Procedure
 Sejumlah perintah dalam kode program dan beberapa parameter input, dan sejumlah hasil atau keluaran. Cara pemanggilannya dengan mengeksekusi nama proscdure tersebut. Atau dalam bahasa sederhana Stored Procedure adalah kumpulan perintah SQL yang diberi nama dan disimpan di server.
Stored Procedure biasanya berisi perintah-perintah umum yang berhubungan dengan database pada server, dan menghasilkan sekumpulan record. Stored Procedure ditulis dalam bentuk sebuah script.
Stored procedure adalah permasalah yang cukup kompleks untuk dibahas, adapun bagian penting pada stored procedure. Kapan program akan diabut, parameter yang akan dilewatkan dan hasil yang dikeluarkan, interaksi dalam basis data, menciptakan stored precedure, fungsi dan trigger dalam bahasa pemrograman.
Pemrograman Stored Prosedure dalam MySQL
Stored procedure adalah permasalah yang cukup kompleks untuk dibahas, adapun bagian penting pada stored procedure :
Kapan program akan diabut, parameter yang akan dilewatkan dan hasil yang dikeluarkan, interaksi dalam basis data, menciptakan stored precedure, fungsi dan trigger dalam bahasa pemrograman.
Beberapa perintah untuk membuat stored procedure:
CREATE PROCEDURE , CREATE FUNCTION , atau CREATE TRIGGER
Ex:
DELIMITER $$
DROP PROCEDURE IF EXISTS Kata()$$;
CREATE PROCEDURE Kata()
BEGIN
SELECT ‘AKAKOM’;
END$$
DELIMITER ;
·  DELIMITER $$ akhir dari peritah body (badan/skrip mysql)
·  DROP PROCEDURE IF EXISTS Kata()$$; perintah untuk menghapus jika prosedurnya sudah pernah ada.
·  CREATE PROCEDURE Kata( ) mencitapkan prosedur degan nama Kata ( isi parameter kalau ada ),
·  BEGIN awal perintah/blok perintah dan END akhir perintah
Variabel
Variabel dalam bahasa SQL, fungsinya sama dengan bahasa pemrograman paxda umumnya.
Perintahnya menggunakan DECLARE, dan untuk memberikan nilai menggunakan perintah SET.
Parameter
Parameter adalah suatu nilai yanga akan dilewatkan atau dimasukan untuk diproses dalam fungsi atau prosedure.
Kondisional
Perintah kondisional, untuk melakukan uji kondisi terapat satu masukan dan dua piliahan dari keluaran, kondisi benar atau asalah. Perintahnya menggunakan IF, atau CASE.
Loop
Loop adalah proses perulangan. Dalam MYSQL ada 3 type loop :
• Loop sederhana menggunakan LOOP dan END LOOP c
• Loop yang disertai kontrol kondisi benar atau salah jika benar akan loop, perintannya menggunakan WHILE dan END WHILE
• Perulangan yang menggunakan REAPEAT dan UNTIL
Interaktif dengan Database
Stored Prosedure juga basi melibatkan data dalam tabel. Ada 4 bagian tipe interaksi antara lian :
·  Hasil stored procedure dari perintah SQL menghasilkan nilai balik satu baris yang dimasukan ke dalam variabel lokal.
·  Create “cursor” hasil iterasi, yanng mengasilkan baris disimpan ke kursor
·  Eksekusi perintah SQL menghasilkan, dengan perintah CALL progarm akan menghasilkan sejumlah baris.
·  Untuk perintah INSERT, UPDATE, DELETE, tidak mengasilkan record set


II Stored Function 
                Fungsi hampir sama dengan stored procedure. Function mempunyai sejumlah paramter input dan hanya mengembalikan satu output, standar perintah yang digunakan menggunakan perintah standar SQL.
Fungsi SQL Aggregate : fungsi yang menghasilkan nilai tunggal dari perhitungan sebuah nilai dari sebuah kolom, yaitu:
AVG() – memberikan nilai rata-rata dari sebuah kolom numerik
COUNT() – memberikan jumlah baris atau data yang sesuai dengan kriteria yang diberikan
FIRST() – memberikan nilai pertama dari sebuah kolom
LAST() – memberikan nilai terakhir dari sebuah kolom
MAX() – memberikan nilai terbesar dari sebuah kolom
MIN() – memberikan nilai terkecil dari sebuah kolom
SUM() – memberikan jumlah dari sebuah kolom numerik
Fungsi SQL Scalar : fungsi yang menghasilkan nilai tunggal dari nilai yang dimasukkan, yaitu :
UCASE() – merubah menjadi huruf kapital
LCASE() – merubah menjadi huruf kecil
MID() – mengekstrak karakter dari sebuah data teks
LEN() – menghitung jumlah karakter dari sebuah data teks
ROUND() – membulatkan data numerik ke nilai terdekat
NOW() – memberikan data tanggal dan waktu dari sistem
FORMAT() – memberikan format dari sebuah data yang akan ditampilkan

Bentuk Umum :

CREATE OR REPLACE FUNCTION nama_function (parameter_1, …)
RETURN tipe_data AS
variabel_1 tipe_data;

BEGIN
statemen_1;

RETURN nilai_yang_dikembalikan;
END;

III. Trigger 
Suatu program yang akan melakukan respon dalam aktivitas database, berkaitan perintah-perintah DML (insert, update, delete) operasional pada tabel. Biasanya digunakan untuk otomatisasi atau validasi.
Pakailah Trigger untuk kasus-kasus berikut:
- Jika pemakaian cara deklaratif tidak dapat memenuhi kebutuhan yang diperlukan. Misalnya, buatlah Trigger untuk mengubah sebuah nilai numerik dalam tabel jika sebuah record di dalam tabel tersebut dihapus.
- Sebuah perubahan harus mengubah tabel-tabel lain yang terhubung. Misalnya jika data order ditambahkan, tabel lain yang menyimpan data stok akan berubah.
- Jika database didenormalisasi dan memerlukan cara otomasi untuk mengubah data redundan yang ada dibeberapa tabel.
- Jika sebuah nilai pada sebuah tabel harus divalidasi dengan data pada tabel lain.
- Jika diperlukan pesan kesalahan dan penangganan kesalahan secara khusus.
Kemampuan-kemampuan yang dimiliki Trigger:
- Trigger dapat menjaga referential integrity dengan melakukan perubahan data atau penghapusan kunci tamu (Foreign Key) di dalam database.
- Trigger dapat bekerja pada beberapa kolom dalam sebuah database bahkan pada objek di luar database. Anda juga dapat memakai Trigger pada View.
- Sebuah Trigger dapat melakukan beberapa aksi dan Trigger dapat diaktifkan oleh beberapa event. Misalnya Anda membuat sebuah Trigger yang akan diaktifkan jika terjadi proses INSERT, UPDATE atau DELETE. Dengan perintah Transact-SQL, Anda dapat mendefinisikan aturan bisnis untuk tiap event.
                 Selain kemampuan-kemampuan tersebut, Trigger juga mempunyai keterbatasan. Trigger tidak dapat dibuat pada sebuah tabel sistem atau temporer, meskipun perintah di dalama Trigger mengacu ke tabel sistem atau tabel temporer.
Trigger tidak dapat diaktifkan secara manual, tetapi diaktifkan secara otomatis jika terjadi event INSERT, UPDATE, dan DELETE. Dalam Trigger selalu berisi satu atau beberapa event tersebut sebelum perintah Transact-SQL didefinisikan. Tipe-tipe Trigger sesuai dengan event-nya. Misalnya Anda membuat sebuah Trigger UPDATE sehingga jika terjadi pengubahan data pada sebuah tabel, Trigger tersebut dapat diaktifkan. Sebuah Trigger dapat diaktifkan oleh beberapa event.
                  Pada saat terjadi INSERT atau UPDATE yang diaktifkan Trigger, Trigger menyimpan data baru atau data hasil modifikasi di dalam sebuah tabel yang bernama INSERTED. Jika terjadi DELETE yang mengaktifkan Trigger, data yang dihapus akan tersimpan ditabel yang bernama Deleted. Tabel tersebut berada dimemori dan dibaca oleh Trigger dengan perintah-perintah Transact-SQL. Kemampuan ini penting anda ketahui, karena pada umumnya Trigger membandingkan data dalam tabel Inserted dan Deleted dengan data baru sebelum proses Commit. Dengan kedua tabel tersebut, Trigger dapat melakukan proses Roll-Back.

Tuesday, September 20, 2011

RESUME PBO PERTEMUAN II

Dosen : Teguh Susanto

Pembuatan class
·         Class adalah rancangan tentang bagaimana object di buat
·         Class dapat di sebut abstraction planing
·         Nama class
1.       Diawalidengan huruf besar
2.       Tidak diawali dengan angka

Data member
1.       Class == dimiliki class dan seluruh yang ada di dalamnya
2.       2. Object == member dinilai oleh object, jadi object berkuasa penuh (dapat menambah , merubah semaunya)
Ex:
Class              == public static int bersama = 99
Object          == public int a=0; (object dari suatu test member, jadi harus diinisialisasi terlebih dahulu)
Bentuk umum:
Class class name{
//deklarasi instace variable
Type var1 ;
Type var2 ;
//deklarasi method
Type method1 ( parameter ){
}//body of method
Type method2 ( parameter ){
}//body of method
}


Acsess modifier
Dikenal dengan 4p yaitu :
1.       Public = dapat di lihat siapa saja
2.       Package = boleh akses selama masih dalam folder yang sama
3.       Protect = untuk kalangan tertentu uang di tentukan
4.       Private = hanya class yang bias mem proses (self).(tempat menaruh datayang aman)
Ex: type var 1;
        Public int A;
Public int saldo;
Package = tanpa awalan (default langsung di anggap package)
                Ex:          class vehicle
                                Int passager // member of passager
                                Int fueleap ; // fuel capacity

Constructure
Adalah sebuah method yang akan di panggil/dijakankan ketika akan dibuat object dan class tersebut
Ex:    String str = new String(constructor)
·         Nama constructor sama dengan nama classs
·         Constructor tidak memiliki return value (void pun tidak boleh)
·         Constructor boleh lebih dari satu ( overloading constructor)
Public class ContactPerson{
Private string nama;
private string notelp;
private string alamat
Public String to String (){
Return “nama”=”+nama =\n notelp + ”\n}
}
Public clas ContactPerson(){
Nama = “nama”;
Notelp= 9999;
Alamat = “jl”;
Public String to String (){
Return “nama”=”+nama =\n notelp + ”\n}
}

Constructor Object
Object  is instance of class
Jadi dalam pembuatan membutuhkan class yang akan di instance
Ex:
Point OriginOne = new Point(23,99)
Jadi untuk membuat OriginOne berarti harus sudah ada class Point

Wednesday, September 14, 2011

Tugas Pemrograman Basis Data I

NIM / NAMA : 10.41010.0249 / Fendy Mahatma Putra
DOSEN : Tan Amelia
TUGAS : Tutorial SQL


Pemrograman Basis Data

Menurut salah satu sumber, menyatakan bahwa Microsoft SQL Server adalah sebuah sistem manajemen basis data relasional (RDBMS) produk Microsoft. Bahasa kueri utamanya adalah Transact-SQL yang merupakan implementasi dari SQL standar ANSI/ISO yang digunakan oleh Microsoft dan Sybase. Umumnya SQL Server digunakan di dunia bisnis yang memiliki basis data berskala kecil sampai dengan menengah, tetapi kemudian berkembang dengan digunakannya SQL Server pada basis data besar.
Microsoft SQL Server dan Sybase/ASE dapat berkomunikasi lewat jaringan dengan menggunakan protokol TDS (Tabular Data Stream). Selain dari itu, Microsoft SQL Server juga mendukung ODBC (Open Database Connectivity), dan mempunyai driver JDBC untuk bahasa pemrograman Java. Fitur yang lain dari SQL Server ini adalah kemampuannya untuk membuat basis data mirroring dan clustering. Pada versi sebelumnya, MS SQL Server 2000 terserang oleh cacing komputer SQL Slammer yang mengakibatkan kelambatan akses Internet pada tanggal 25 Januari 2003.(sumber:” http://id.wikipedia.org/wiki/Microsoft_SQL_Server”)
Dalam bahasa yang lebih sederhana,, SQL (Structured Query Language) dapat dikatakan sebagai sebuah sistem yang digunakan untuk mengatur data dalam basis data relasional.

FUNGSI – FUNGSI YANG TERDAPAT DALAM SQL

Fungsi String

Fungsi string digunakan untuk memanipulasi data alfanumerik. Pada bagian ini, kita akan mengenal beberapa fungsi yang sudah disediakan untuk tujuan tersebut.

● CONCAT(ekspresi, ekspresi). Digunakan untuk menggabungkan string.
○ contoh: CONCAT('Oracle', ' ', 'Database XE')

● LOWER(ekspresi), UPPER(ekspresi), dan INITCAP(ekspresi). Fungsi untuk
mengubah menjadi huruf kecil, huruf besar dan huruf pertama besar dan sisanya
kecil.
○ contoh: LOWER('Oracle')

● INSTR(ekspresi, substring, [,posisi [,kemunculan]]). Mengembalikan posisi
substring dalam ekspresi string (posisi karakter pertama dalam ekspresi string
adalah 1).
○ contoh: INSTR('Oracle XE Oracle XE Oracle XE')
● LENGTH(ekspresi). Panjang dari ekspresi string.
○ contoh: LENGTH('Oracle XE')

● LDAP(ekspresi, n [, ekspresi2]) dan RPAD(ekspresi, n [, ekspresi2]).
Menghasilkan string dengan panjang n karakter, dimana jika panjang dari ekpresi
kurang dari n akan diisi dengan karakter ekpresi2.
○ contoh: LPAD('XE', 10, '*')

● TRIM([[LEADING|TRAILING|BOTH] karakter FROM] ekspresi), LTRIM(ekspresi,
string-set), dan RTRIM(ekspresi, string-set). Melakukan pembuangan dari kiri dan
kanan ekspresi.
○ contoh: TRIM(' oracle '). TRIM(LEADING '-' FROM '---1212-
2122-22').

● REPLACE(ekspresi, str1 [,str2]) dan TRANSLATE(ekspresi, str1 [, str2])
. REPLACE akan mengganti kelompok karakter str1 dengan str2, sedangkan
TRANSLATE akan mengganti setiap karakter str1 dengan str2.
○ contoh: REPLACE(' o r a c l e', ' ', '').
TRANSLATE('ukdw', 'ud', 'UD').

● SUBSTR(ekspresi, [-]posisi [, panjang]). Fungsi SUBSTR akan mengembalikan
potongan string dari ekspresi dari posisi sepanjang panjang. Tanda - menunjukkan
pemotongan mulai dari kanan.
○ contoh: SUBSTR('oracle ukdw yogyakarta', -10, 10).

Fungsi Angka

Semua fungsi angka menerima paramter bertipe angka.
● ABS(n), mengembalikan nilai positif atau tidak bertanda dari n.
○ contoh: ABS(-10).

● CEIL(n) dan FLOOR(n), keduanya mirip dengan pembulatan dan pemotongan.
CEIL mengembalikan nilai integer yang lebih besar atau sama dengan n, sedangkan
FLOOR akan mengembalikan nilai integer yang lebih kecil atau sama dengan n.
○ contoh: CEIL(1.1). FLOOR(1.9).

● MOD(m, n) akan mengembalikan nilai sisa bagi dari m/n.
○ contoh: MOD(5,2).

● POWER(m,n) akan mengembalikan pangkat mn.
○ contoh: POWER( 2, 3).

● ROUND(n [, posisi]) akan membulatkan bilangan n pada posisi positif untuk
dibelakang koma dan minus untuk di depan koma. Pembulatan dilakukan jika 5 atau
lebih akan dibulankan ke atas, dan jika kurang dari 5 akan dibulatkan ke bawah.
○ contoh: ROUND(1.42356, 2)

● SIGN(n) akan mengembalikan -1 jika negatif, 0 jika 0, dan 1 jika positif.
○ contoh: SIGN(-10).

● SQRT(n) akan mengembalikan akar pangkat dari n.
○ contoh: SQRT(9).

● TRUNC(n [, posisi]) akan mengembalikan pembulatan ke bawah.
○ contoh: TRUNC(147.65, 1). TRUNC(147.65, -1).

Fungsi Tanggal

● ADD_MONTHS(tgl, bulan), akan menambahkan sejumlah bulan tertentu ke tanggal.
○ contoh: ADD_MONTHS('20-APR-80', 5).

● NEXT_DAY(tgl, nmhari) akan mengembalikan data tanggal untuk nmhari berikutnya
dari posisi tgl.
○ contoh: NEXT_DAY('20-APR-11', 'THUESDAY').

● LAST_DAY(tgl), mengembalikan posisi tanggal di akhir bulan yang diwakili oleh tgl.
○ contoh: LAST_DAY('20-APR-11').

● MONTHS_BETWEEN(tgl1, tgl2), akan mengembalikan selisih bulan antara tgl1 dan
tgl2.
○ contoh: MONTHS_BETWEEN('20-APR-11', '18-FEB-11').

● SYSDATE, SYSTIMESTAMP, keduanya akan mengembalikan tanggal dan waktu
sekarang.

● ROUND(tgl [,format]) akan mengembalikan pembulatan tanggal ke atas dengan
satuan pembulatan tergantung pada format.
○ contoh: ROUND(SYDATE, 'YEAR').

● TRUNC(tgl [, format]) akan mengembalikan pembulan ke bawah dengan satuan
pembuatan tergantung pada format.
○ contoh: TRUNC(SYSDATE, 'YEAR').
● EXTRACT(format, tgl), akan mengambil nilai tertentu, baik HOUR, MINUTE,
SECOND, YEAR, MONTH, DAY dari tgl.
○ contoh: EXTRACT(YEAR FROM DATE ‘2011-03-10’).
○ contoh: EXTRACT( MONTH FROM SYSDATE).

Fungsi Seleksi

Fungsi-fungsi seleksi dapat digunakan untuk menerapkan struktur kontrol seleksi terhadap
data.
● COALESCE(ekspresi). Fungsi ini akan mengembalikan nilai tidak null pertama yang
ditemukan dalam ekspresi.
○ contoh: COALESCE(NULL, NULL, 'ukdw', '33').
○ contoh yang salah: COALESCE(NULL, NULL, 'ukdw', 33).

● DECODE(ekspresi, ekspresi_perbandingan, nilaikembalian,..). Fungsi ini
menyerupai struktur IF-THEN-ELSE, dimana ekspresi akan dicocokan dengan
ekspresi_perbandingan, jika sama akan dikembalikan nilaikembalian.
○ contoh: DECODE(30, 10, 'sepuluh', 20, 'dua puluh', 'tidak tahu')
.
● GREATEST(ekspresi [, ekspresi …]). Fungsi ini akan mengembalikan nilai tertinggi
dari antara daftar ekspresi yang diberikan.
○ contoh: greatest('20-APR-11', '19-MAY-10', '20-JUN-11').

● LEAST(ekspresi [, ekspresi …]). Fungsi ini akan mengembalikan nilai terendah dari
antara daftar ekspresi yang diberikan.
○ contoh: least('20-APR-11', '19-MAY-10', '20-JUN-11').

● NULLIF(ekspresi1, ekspresi2). Fungsi ini akan menguji apakah ekspresi1 dan
ekspresi2 sama. Jika sama akan mengembalikan nilai NULL, dan jika tidak sama
akan dikembalikan nilai ekspresi1.
○ contoh: nullif('burung', 'dara').
○ contoh: nullif('burung', 'burung').

● NVL(ekspresi, nilai1). Fungsi ini akan mengembalikan nilai1 jika ekspresi bernilai
null.
○ contoh: NVL(to_char(manager_id), 'Ini manager bener').
○ contoh: NVL(manager_id, 0).

● NVL2(ekspresi, n1, n2). Fungsi ini mengembalikan nilai n1 jika ekspresi tidak NULL,
dan n2 jika ekspresi NULL.
○ contoh: NVL2(manager_id, manager_id, 0).

● CASE … END CASE. Ini bukanlah sebuah fungs, namun perintah ini dapat
memberikan peran yang sama dengan DECODE.
○ contoh:
case
when extract(YEAR from hire_date) = 1990 then 1
when extract(YEAR from hire_date) = 1992 then 2
else 0
end.
Sumber : http://lecturer.ukdw.ac.id/budsus/pdf/TI1133/genap1011/ModulPraktikumSistemBasisData8.pdf dan Hak cipta pada budi susanto, fti ukdw yogyakarta